Berhati-hatilah dengan kolesterol. Karena kadar
kolesterol yang tinggi di dalam darah melebihi batas maksimum 240 mg akan
sangat rentan dengan berbagai ancaman penyakit yang serius, mulai dari
hipertensi atau darah tinggi, serangan jantung, hingga stroke. Sebenarnya tubuh
kita sehari-hari membutuhkan makanan dengan kandungan kolesterol. Namun
jumlahnya terbatas, karena tubuh juga mampu memproduksi sendiri kolesterol dalam
jumlah tertentu. Akibat, tambahan kolesterol yang kita perlukan melalui
makanan setiap harinya tidak banyak. Menurut asosiasi penyakit jantung amerika,
kebutuhan kolesterol perhari untuk orang normal adalah 300 mg. Jumlah ini
menjadi lebih sedikit untuk orang yang sudah menderita kolesterol tinggi, yakni
sekitar 200 mg perhari. Persoalannya adalah seringkali tidak
mudah bagi kita untuk menghitung jumlah kolesterol dari setiap makanan yang
kita konsumsi setiap hari. Dan setiap kelebihan kolesterol akan terus menumpuk
di dalam darah hingga akhirnya melampaui batas toleransi. Salah satu cara untuk
mengatasinya adalah dengan mengenali jenis makanan yang mengandung kolesterol tinggi, dan berusahalah disiplin
untuk menghindarinya.
·
Kuning Telur
Telur adalah makanan menyehatkan yang sering disarankan untuk
dikonsumsi pada saat sarapan. Namun sebaiknya hindarilah mengonsumsi kuning
telurnya terlalu banyak, karena kuning telur mengandung kolesterol yang sangat
tinggi, yaitu mencapai 1435 mg untuk setiap 100 gram. Satu butir kuning
telur memiliki berat sekitar 17 gram, dan mengandung lebih dari 200 mg
kolesterol. Kandungan kolesterol pada kuning telur ini jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan jeroan ataupun seafood, sehingga usahakan tidak mengonsumsi
lebih dari satu butir kuning telor setiap harinya. Namun hal ini tidak berlaku
untuk putih telur. Bagian makanan ini mengandung banyak protein dan hampir
tanpa kolesterol. Satu hal yang sering dilupakan adalah bahwa telur tidak hanya
ada pada sarapan pagi saja, tetapi bisa terkandung dalam makanan lain seperti
kue dan roti.
·
Daging
Daging sapi, kambing dan babi dikenal sebagai salah satu
sumber makanan yang mengandung
kolesterol tinggi dan jahat. Kandungan kolesterol per 100 gram dari daging
sebenarnya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 72mg untuk daging sapi dan 70mg
untuk babi. Namun jumlah daging yang dikonsumsi dan cara pengolahannya yang
sering menggunakan minyak goreng, membuat bahan makanan ini sebaiknya tidak
dikonsumsi terlalu sering. Beberapa bagian daging seperti iga memiliki
kadar lemak yang sangat tinggi. Daging olahan seperti burger, sosis dan ham
juga harus dibatasi konsumsinya. Makanan ini biasanya mengandung banyak lemak
jenuh yang jahat dan sodium. Trend belakangan ini menujukkan bahwa banyak orang
yang mulai beralih dari daging merah ke daging unggas seperti ayam dan bebek.
Daging unggas memang memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah dibanding
daging merah, namun tetap tidak dianjurkan bila dikonsumsi terlalu sering.
Apalagi jika cara mengonsumsinya adalah dengan digoreng. Ketika anda memakan
daging ayam atau bebek, usahakan untuk tidak mengonsumsi bagian kulitnya,
karena bagian inilah yang memiliki konsentrasi kolesterol paling tinggi.
·
Jeroan
makanan yang
mengandung kolesterol tinggi adalah jeroan. Kandungan kolesterol
dari jeroan jauh lebih tinggi dibanding daging. Jeroan juga mengandung kadar
purin yang cukup tinggi, yang bisa menyebabkan penyakit asam urat. Bagian organ
dari ternak potong ini sebaiknya dihindari sama sekali. Kandungan kolesterol
dari jeroan jauh lebih tinggi dibanding daging. Jeroan juga mengandung kadar
purin yang cukup tinggi, yang bisa menyebabkan penyakit asam urat. Otak sapi misalnya,
bagi penggemar jeroan mungkin ini bagian yang peling enak karena teksturnya
lembut dan rasanya gurih. Namun kandungan kolesterol pada otak sapi cukup
tinggi, mencapai 200 mg per 100 gram. Hati atau lever bahkan memiliki kadar
kolesterol lebih tinggi lagi, yaitu mencapai 564 mg per 100 gram. Padahal batas
konsumsi kolesterol bagi orang normal adalah 300 mg per hari. Hati merupakan
tempat diproduksinya kolesterol di dalam tubuh, jadi wajar saja jika
kandungannya tinggi. Secara umum, semua jenis jeroan memang kurang bagus
untuk kesehatan kita.
·
Seafood
Beberapa jenis seafood dikenal memiliki kandungan kolesterol
yang cukup tinggi. Mereka adalah udang, kepiting, cumi, lobster dan kerang.
Meskipun sepintas mereka tidak terlihat berlemak, namun kadar kolesterol dari
hewan-hewan laut ini masuk ke dalam kategori makanan berkolesterol paling
tinggi. Jika anda suka dengan makanan laut, cobalah dengan mengonsmsi ikan.
Bahan makanan ini menyehatkan dan bahkan bisa membantu menurunkan kolesterol
dalam darah. Beberapa jenis ikan berlemak seperti patin, tuna, salmon, mackarel
dan ikan hering dikenal mengandung banyak omega 3 yang berperan dalam
mengurangi kolesterol atau trigliserida dalam tubuh.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar