Minggu, 01 Mei 2016

Apakah yang di Maksud dengan Kolesterol?


Kolesterol dapat ditemukan dalam aliran darah dan di semua sel tubuh. Tubuh juga memproduksi semua kolesterol yang dibutuhkan. Low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dapat menyatu dengan lemak dan zat-zat lain yang kemudian menumpuk di dinding bagian dalam arteri. Karenanya, arteri bisa menjadi tersumbat dan menyempit, sehingga mengakibatkan aliran darah berkurang. High density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik membawa kolesterol berbahaya dari arteri dan membantu melindungi dari serangan jantung dan stroke. Kedua jenis lemak ini, bersama dengan trigliserida dan kolesterol Lp (a), merupakan jumlah kolesterol total, yang sering digunakan dalam pemeriksaan kadar kolesterol darah. Ketika terlalu banyak LDL (kolesterol jahat) beredar dalam darah, mereka perlahan-lahan dapat menumpuk di dinding bagian dalam arteri yang memberi nutrisi ke jantung dan otak. Bersama dengan zat lainnya, LDL dapat membentuk plak yang dapat mempersempit arteri dan membuatnya kurang fleksibel. Kondisi ini dikenal sebagai aterosklerosis. Jika gumpalan darah terbentuk dan menyumbat arteri yang menyempit, serangan jantung atau stroke dapat terjadi.

Sekitar seperempat sampai sepertiga kolesterol darah dibawa oleh high density lipoprotein (HDL). Kolesterol HDL dikenal sebagai kolesterol baik, karena kadar HDL yang tinggi dapat melindungi terhadap serangan jantung. Rendahnya tingkat HDL (kurang dari 40 mg/dL untuk pria dan kurang dari 50 mg/L untuk wanita) juga meningkatkan risiko penyakit jantung. Para ahli medis berpikir bahwa HDL cenderung untuk membawa kolesterol dari arteri dan kembali ke hati. Beberapa ahli juga percaya bahwa HDL mampu menghilangkan kelebihan kolesterol dari plak arteri, dan memperlambat penumpukan.

Trigliserida merupakan salah satu bentuk lemak yang dibuat dalam tubuh. Peningkatan trigliserida dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan atau obesitas, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol dan diet karbohidrat yang sangat tinggi (60 persen dari total kalori atau lebih). Orang dengan trigliserida tinggi seringkali memiliki kadar kolesterol total yang juga tinggi, biasanya dengan LDL yang tinggi dan HDL yang rendah. Banyak orang dengan penyakit jantung atau diabetes juga memiliki kadar trigliserida yang tinggi.

Kolesterol Lp (a) adalah variasi genetik dari LDL (kolesterol jahat). Kadar Lp (a) yang tinggi merupakan faktor risiko yang signifikan untuk pengembangan dini penumpukan lemak di arteri. Lp (a) tidak sepenuhnya dipahami, tetapi mungkin ia berinteraksi dengan zat-zat yang ditemukan di dinding arteri dan berkontribusi terhadap penumpukan deposit lemak. Oleh karenanya, memeriksakan kadar kolesterol LDL dapat membantu menentukan risiko penyakit jantung. Jika kolesterol LDL Anda tinggi, pengobatan dapat mengurangi kesempatan Anda untuk mengalami serangan jantung.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan kolesterol, salah satunya adalah gaya hidup. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Hal yang paling berpengaruh terhadap kadar kolesterol dalam darah adalah tingginya kadar lemak jenuh dalam makanan tersebut. Makanan-makanan yang tinggi kadar lemak jenuh antara lain santan, jeroan, otak sapi, daging kambing, daging bebek dengan kulit, kulit ayam, kerang, udang, cumi, dan telur burung puyuh. Selain gaya hidup dan makanan yang tidak sehat, ada beberapa kondisi yang bisa mengubah kadar kolesterol seseorang menjadi tinggi, di antaranya adalah tekanan darah tinggi dan diabetes, kelenjar tiroid yang kurang aktif, penyakit hati, dan penyakit ginjal. Kolesterol tinggi juga rentan dialami oleh ras-ras tertentu di dunia. Seseorang yang berketurunan Bangladesh, India, Sri lanka, atau Pakistan lebih berisiko mendapatkan kolesterol tinggi. Selain ras, usia juga menjadi faktor penentu. Seiring pertambahan usia, risiko untuk terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis semakin meningkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar